Friday, July 6, 2012
Festival Tradisional China
Thursday, August 4, 2011
One Child Policy / Kebijakan Satu Anak di China

Friday, July 15, 2011
Kung Fu China
Kung Fu Cina merupakan perpaduan antara teori, dan praktek, dan menggabungkan teknik-teknik pertahanan diri dan juga untuk mendapatkan kesehatan yang baik. Diperkirakan bahwa asal-usul Kung Fu Cina dapat ditelusuri kepada masyarakat kuno (purba). Pada waktu itu orang-orang menggunakan pentungan untuk melawan binatang buas dan mereka perlahan-lahan mendapatkan pengalaman dalam mempertahanankan diri. Selama Dinasti Shang, berburu dianggap sebagai bagian penting dari pelatihan Kung Fu.
Selama Dinasti Shang dan Zhou, seni bela diri berkembang menjadi semacam menari. Biasanya gerakan-gerakan menari dalam seni bela diri dimanfaatkan untuk melatih tentara dan meningkatkan moral. Selama Dinasti Zhou, seni bela diri menari ditetapkan sebagai komponen pendidikan. Penerapan teknik gulat di medan perang menerima banyak perhatian dari berbagai negara selama periode Musim Semi dan Gugur. Kaisar mengadakan kontes gulat dua kali setahun pada musim semi dan musim gugur untuk memilih eksponen terbaik dari seni bela diri. Pada saat yang sama, keterampilan dan teknologi dalam menempa pedang meningkat dan seni bela diri dengan menggunakan pedang berkembang pesat.
Wednesday, May 11, 2011
Tuesday, May 10, 2011
Makalah: Sejarah Orang Tionghoa di Indonesia
Latar belakang
Thursday, May 5, 2011
Disneyland Heroes of Our Times
Oleh: Julia Suryakusuma
The Jakarta Post
Last week I went to see Opera Tan Malaka, which its author, Goenawan Mohamad, calls an "essay opera". I watched my first opera at the Budapest State Opera House, aged 8, and I still love it, so I was curious to know what an "essay opera" was, and to learn something about the man who inspired the whole thing.
Why Tan Malaka? He is usually considered a revolutionary hero, but I'm not sure why. A 20-year stint in exile left him a political outsider in Indonesia, and his life was fraught with failure. He was head of the Indonesian Communist Party (PKI) for three months (December 1921-February 1922), but they later came to hate him. In any case, he was soon arrested by the Dutch colonial government and exiled to Holland.
He went on to Germany, the USSR, China, the Philippines, Thailand, Burma (Myanmar) and only returned to Indonesia in 1942. There he formed the Murba Party in 1948, but that was somewhat of a flop as well, and he was shot dead in 1949 by Indonesian soldiers under mysterious circumstances.
Wednesday, May 4, 2011
Review: The Regionalization of Chinese Business Networks: A study of Singaporean Firms in Hainan China
Artikel
berjudul The Regionalization of Chinese Business Networks: A study of Singaporean Firms in Hainan China yang ditulis oleh Chia-Zhi Tan dan Henry Wai-chung Yeung[1] berisi tulisan yang membahas besarnya peranan institusi sosial dan politik dibalik motivasi dan strategi investasi masyarakat Cina Singapura[2] dalam berinvestasi di Hainan, Cina. Investasi yang dilakukan oleh masyarakat Cina Singapura terpengaruh oleh adanya kebiasaan berbisnis orang-orang beretnis Cina untuk memakai jaringan bisnis Cina yang sangat menekankan pada koneksi (guanxi). Dalam artikel ini dapat dilihat bagaimana jaringan bisnis Cina sangat menentukan arah kebijakan investasi masyarakat Cina Singapura di Hainan. Peranan dari organisasi sosial masyarakat dan institusi pemerintah dalam strategi berinvestasi di Hainan pun dibahas pada artikel ini.
Bentuk usaha yang biasa dipakai oleh masyarakat Cina Singapura adalah firma.
