SEJARAH REVOLUSI KEBUDAYAAN
Revolusi Kebudaya
an dan berbagai program yang bersifat pergerakan massa yang dicetuskan oleh Mao telah menyebabkan penderitaan bagi rakyat Cina. Pada masa revolusi kebudayaan, rakyat Cina mengalami penderitaan dan kemunduran yang luar biasa karena adanya usaha-usaha untuk menjalankan berbagai pemikiran Mao. Revolusi Kebudayaan adalah produk model pembangunan Maois. Pembangunan model Mao mengutamakan pemanfaatan sumber daya manusia Cina yang melimpah. Mao mengutamakan gerakan massa dan voluntarisme. Rakyat mau tidak mau dipaksa untuk menyetujui kebijakan Mao. Bagi yang melawan akan dicap kontrarevolusi. Mao juga menganut paham sentralisme demokrasi. Semua kebijakan negara diatur oleh suatu “kediktatoran proletariat”, dalam hal ini Partai Komunis Cina (PKC). Kebijakan Mao yang paling jelas terlihat adalah kultus individu. Mao memposisikan dirinya sebagai “Bapak Revolusi Cina” yang harus selalu dipuja dan dibanggakan. Maosime sebagai buah pikiran Mao dijadikan agama. Semua pernyataan-pernyataan Mao yang dimuat di dalam “buku merah” harus dihafalkan. Pada masa Revolusi Kebudayaan, “buku merah” bisa dianggap sebagai kitab suci orang Cina. Mao memang harus diakui sebagai seorang politikus ulung. Mao sangat mengutamakan pembangunan ideologi. Sayangnya, Mao melupakan pembangunan ekonomi sehingga selama kepemimpinan Mao perekonomian Cina sangat buruk. Pada tahun 1976 Mao Zedong meninggal dunia dan terjadi perubahan kepemimpinan di Cina.