....欢 迎 您 在 puksipuksi.blogspot.com............WELCOME at PUKSIPUKSI.BLOGSPOT.COM....

bahasa Mandarin

Sebagai orang asing yang mempelajari bahasa Mandarin, kita pada dasarnya dituntut untuk menguasai 3 hal penting dalam pembelajaran bahasa Mandarin, yaitu:
1. Hanyu Pinyin 汉语拼音
2. Hanzi 汉字
3. Terjemahan

Ketiga hal tersebut harus dikuasai secara bersamaan agar kemampuan bahasa Mandarin yang diharapkan dapat tercapai.


1. Hanyu Pinyin
Hànyǔ Pīnyīn (汉语拼音, arti harafiah: "bunyi bersama bahasa") atau sering disingkat Pīnyīn (拼音, arti harafiah: "bunyi bersama") dalam bahasa Mandarin adalah sistem romanisasi (notasi fonetis dan alih aksara ke aksara Latin) untuk bahasa Mandarin yang digunakan di Republik Rakyat Cina, Taiwan, Malaysia, dan Singapura.
Pinyin disetujui penggunaannya pada tahun 1958 dan selanjutnya diadopsi pada tahun 1979 oleh pemerintah Tiongkok. Sistem ini menggantikan sistem alih aksara lama seperti Wade-Giles (1859; dimodifikasi pada 1912) dan Bopomofo.
Sejak saat itu, Hanyu Pinyin telah diterima sebagai sistem alih aksara utama untuk bahasa Mandarin di dunia. Pada tahun 1979, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) mengadopsi Hanyu Pinyin sebagai standar romanisasi untuk bahasa Mandarin. Sistem ini diadopsi sebagai standar resmi di Taiwan pada tahun 2009 yang umumnya disebut sebagai Sistem Fonetis Baru.

2. Hanzi
Aksara Tionghoa (漢字) adalah bentuk-bentuk tertulis bahasa Tionghoa, dan dalam jumlah yang lebih kecil; bahasa Jepang dan bahasa Korea (hanya di Korea Selatan). Aksara Tionghoa telah menghilang dari bahasa Vietnam — di saat mereka digunakan hingga abad ke-20 — dan Korea Utara, di saat mereka telah digantikan sepenuhnya oleh Hangul.
Aksara Tionghoa disebut hànzì dalam bahasa Mandarin, kanji dalam bahasa Jepang, hanja atau hanmun dalam bahasa Korea, dan Hán tự (juga digunakan dalam tulisan chu nom) dalam bahasa Vietnam.

3. Terjemahan
Terjemahan suatu bahasa asing tidak hanya mencakup arti secara harfiah saja, tetapi juga mencakup makna secara keseluruhan dengan memperhatikan budaya dan kebiasaan orang-orang dari bahasa itu berkembang. Menerjemahkan suatu bahasa asing tidak dapat dilakukan kata per kata, tetapi harus dilihat secara keseluruhan agar makna dan tujuan yang ingin disampaikan tidak hilang.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment